Wanita Sewa Pembunuh Bayaran Melalui Internet, Sekarang Rampung Di Penjara

  • Bagikan
Ilustrasi soal pembunuhan debt collector, tidak berafiliasi dengan berita. (Danu Damarjati/detikcom)

Michigan – Wendy Wein mengharapkan maut mantan suaminya dengan menyewa jasa pembunuh bayaran. Rencananya gagal, ia justru jadi tersangka dan masuk bui.

Wanita asal Michigan ini telah menyiapkan duit sebesar USD 5,000 atau sekitar Rp 71,5 juta untuk diberikan terhadap pembunuh bayaran yang beliau kira akan menghabisi nyawa sang mantan suami. Namun niat jahatnya itu secepatnya terendus polisi dan sekarang Windy Wein mesti mendekam di penjara sebab ia memesan jasa pembunuh bayaran melalui internet.

Awalnya, Wendy Wein mendapatkan suatu situs di internet berjulukan Rent-A-Hitman yang berbincang jasa tukang pukul. Wanita 52 tahun ini meyakini bahwa situs tersebut juga dapat membantunya mencarikan pembunuh bayaran.

Wendy pun mengisi formulir reservasi dan menulis keinginannya untuk membunuh mantan suaminya. Dia juga mengisi alamat, wilayah melakukan pekerjaan dan jadwal kapan lelaki tersebut mesti dibunuh.

Baca Juga :  7 Manfaat Kangkung yang Sedikit Orang Mengetahuinya, Bisa Cegah Kanker dan Kolesterol

Wendy Wein mengira beliau menyiapkan pembunuhan dengan seorang lelaki berjulukan Guido Fanelli yang mengaku selaku konsultan untuk Rent-A-Hitman. Namun yang tidak dikenali Windy, situs tersebut ternyata palsu.

Situs Rent-A-Hitman dibentuk justru untuk melacak orang-orang yang bermaksud melaksanakan kejahatan dan Guido Fanelli hanyalah tokoh fiktif rekaan Bob Innes. Bob sesungguhnya yakni kreator situs tersebut.

Kepada CNN, Bob menerangkan bahwa beliau menghasilkan situs Rent-A-Hitman mulanya selaku bisnis keselamatan internet. Tapi sekarang difungsikan selaku jebakan online untuk ‘calon klien’ yang bermaksud membunuh orang.

Baca Juga :  Tutut Soeharto Gugat Jasa Marga Cs Rp 600 M

Kini situs tersebut difungsikan untuk menyaring aneka macam seruan berbau kriminal dan secepatnya melaporkan ke pihak berwaijb apabila ada ‘pesanan’ yang serius serta membahayakan. Namun sebelum mengontak polisi, lazimnya beliau akan meyakinkan kandidat kliennya untuk menenangkan diri dan mengurungkan niatnya membunuh.

Hal itu juga yang dijalankan Bob terhadap Wendy, agar beliau tidak melaksanakan planning jahatnya tersebut. Tapi Wendy bersikukuh mantan suaminya mesti mati dan justru mengeluarkan duit uang tampang sebesar USD 200 atau sekira Rp 2,8 juta.

Akhirnya Bob melaporkan Wendy dan berbincang identitasnya ke Michigan State Police. Beberapa hari lalu seorang polisi menyamar selaku pembunuh bayaran dan menangkap Wendy di suatu lapangan parkir.

Wendy dinyatakan bersalah atas tuduhan penyusunan rencana pembunuhan dan penggunaan komputer untuk melaksanakan kejahatan. Kini ia terancam eksekusi penjara sembilan tahun dan akan menjalani persidangan pada Januari 2022.

  • Bagikan